Tentang Anak LogoTentang Anak-Hamil dan ParentingCari info anak, lebih lengkap di aplikasi
mengatasi keterlambatan bicara

Mengatasi Keterlambatan Bicara pada Anak dan Stimulasi Komunikasi yang Efektif

  • Ditulis oleh Tim Tentang Anak
  • Ditinjau oleh Tim Tentang Anak

Keterlambatan bicara pada anak dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.

Tanpa kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dan kebutuhan mereka, anak-anak seringkali meluapkan emosinya dalam bentuk tantrum. 

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang terlambat bicara memiliki risiko dua kali lipat untuk mengalami tantrum hebat. 

Mari pahami lebih dalam mengenai keterlambatan bicara dan perkembangan  bahasa pada anak:

Memahami Keterlambatan Bicara

Bayangkan jika AyBun merasa takut, sedih, atau marah, tapi tidak bisa mengungkapkannya kepada orang terdekat. Pasti rasanya sangat sulit, bukan?

Begitulah yang dialami si Kecil ketika ia mengalami keterlambatan bicara.

Tanpa kemampuan untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan atau rasakan, anak-anak seringkali bereaksi dengan cara yang lebih emosional, seperti berteriak atau menangis.

Milestone Bahasa dan Kosakata Anak

Dalam memahami milestone perkembangan bahasa, ada dua komponen penting yang perlu diperhatikan AyBun yakni ekspresif dan reseptif.

Ekspresif ialah kemampuan anak untuk mengekspresikan atau mengungkapkan apa yang ia pikirkan, rasakan, atau butuhkan melalui kata-kata, gerak tubuh, atau ekspresi wajah.

Reseptif berkaitan dengan kemampuan anak dalam memahami bahasa yang didengar atau dibaca, seperti mengikuti instruksi, mengenali kata-kata, serta merespons dengan tepat terhadap pertanyaan atau permintaan.

Setiap anak memiliki perkembangan bahasa yang beragam, namun AyBun harus tetap hati-hati akan redflag yang muncul.

Berikut milestone perkembangan bicara dan bahasa untuk usia 1 hingga 5 tahun yang bisa dijadikan acuan:

UsiaEkspresifReseptifTanda Ketika Harus Dirujuk ke Ahli
1 TahunMengeluarkan kata-kata pertama, kosakata 3-5 kataMengenali nama sendiri dan mulai mengekspresikannya dengan gerakan.
  • Tidak merespons saat namanya dipanggil
  • Enggan melakukan kontak mata.
  • Tidak menggunakan kata-kata dengan benar (kata pertama).
2 Tahun

Memiliki kosakata sekitar 300 kata, dan menggunakan 2-3 kata dalam 1 kalimat

Memahami pertanyaan sederhana dan dapat mengikuti perintah.
  • Belum dapat menggabungkan dua kata dalam satu kalimat.
  • Tidak ada penambahan kosakata baru setiap minggu.
  • Tidak dapat mengikuti perintah sederhana.
  • Tidak bisa menunjuk bagian tubuh.
3 Tahun

Memiliki kosakata 1000 kata, dan sudah bisa berbicara dalam 3 - 4 kata di 1 kalimat. 

Mengikuti 2 perintah dan senang bermain interaktif dengan anak lain.

  • Kosakata terbatas (kurang dari 1000 kata).
  • Enggan berinteraksi dengan teman sebaya.
  • Belum bisa melakukan 2 perintah.
4 TahunMenggunakan 4 - 5 kata dalam satu kalimat dan dapat menjawab pertanyaan sederhana.

Mengikuti 2 sampai 3 perintah.

  • Tidak dapat mengajukan atau menjawab pertanyaan.
  • Tidak dapat menceritakan suatu kejadian, peristiwa, ataupun bercerita.
5 Tahun

Menggunakan 5-6 kata dalam 1 kalimat, sudah mulai menggunakan tata bahasa mirip orang dewasa.

Memahami kebalikan (antonim), serta mampu mendengarkan dan memahami kebanyakan apa yang dikatakan orang lain.

  • Tidak dapat menyebutkan beberapa huruf atau angka.
  • Tidak mampu berbicara dalam 1 kalimat yang detail.
  • Tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang dewasa atau teman sebaya.

Sumber: American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) .

Dampak Jika Tidak Ditangani

Tantrum hebat yang sering terjadi pada anak-anak dapat menyebabkan berbagai masalah di kemudian hari:

  • Stres bagi anggota keluarga.
  • Gangguan dalam sosialisasi dan akademis.
  • Masalah mental di masa depan.

Cara Menangani Keterlambatan Bicara

Berikut pendekatan tepat yang dapat AyBun lakukan untuk membantu si Kecil mengatasi hambatan dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri dengan lebih baik:

1. Komunikasi Non-Verbal:

  • Menjaga kontak mata saat berbicara.
  • Menggunakan ekspresi wajah yang sesuai.
  • Memanfaatkan gerak isyarat atau bahasa tubuh.

2. Bermain Permainan Non-Elektronik:

  • Bermain cilukba dan variasi gerakan tepuk tangan.
  • Bernyanyi dan berjoget.
  • Bermain cermin bersama.

3. Berbagi Perhatian Bersama:

  • Membaca buku cerita dan menunjuk gambar.
  • Bermain mainan bersama.
  • Berjalan-jalan di sekitar rumah dan mendiskusikan tanaman atau hewan yang dilihat.

Kesimpulan

Mendukung anak dengan keterlambatan bicara memerlukan pemahaman, kesabaran, dan teknik komunikasi yang tepat.

Dengan melibatkan stimulasi yang sesuai, AyBun dapat membantu si Kecil mengatasi tantrum dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka.

Jangan ragu untuk melakukan langkah awal dengan memantau perkembangan bahasa dan komunikasi si Kecil.

Gunakan fitur Skriningdi Aplikasi Tentang Anak untuk mengetahui apakah si Kecil mencapai milestone yang sesuai dengan usianya. 

Semoga bermanfaat!

Sumber:

Sumber Foto: Pexels

Referensi:

Tamily

Artikel Terkait

Lihat Semua