
Sunscreen Anak: Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV dan Polusi Setiap Hari
- Ditulis oleh Rizki Ayu W. P.
- Ditinjau oleh -
- Perlindungan kulit anak tidak cukup hanya memperhatikan SPF; paparan UVA, UVB, dan polusi juga perlu diperhatikan.
- Zinc oxide dan titanium dioxide merupakan mineral UV filters yang dapat memberikan perlindungan broad-spectrum dan cenderung lebih gentle untuk kulit sensitif.
Sunscreen anak bekerja hanya kalau jumlahnya cukup, tetapi riset menunjukkan jumlah sunscreen yang benar-benar dioleskan pengguna umumnya hanya sekitar 20–50% dari jumlah yang dibutuhkan, sehingga perlindungan yang didapat jauh di bawah angka SPF di kemasan.
Setiap hari, kulit si Kecil berhadapan dengan paparan dari lingkungan, bukan hanya sinar matahari, tetapi juga polusi udara. Di kawasan Jabodetabek, rata-rata konsentrasi PM2.5 dilaporkan berada di kisaran 34 hingga lebih dari 52 µg/m³, jauh di atas pedoman kualitas udara WHO yang menetapkan batas rata-rata tahunan PM2.5 sebesar 5 µg/m³.
Di saat yang sama, paparan sinar ultraviolet (UV) tetap terjadi sepanjang tahun, termasuk ketika cuaca mendung. Sebagai patokan, perlindungan dari UV sudah dianjurkan ketika indeks UV mencapai 3 atau lebih, kondisi yang di Indonesia terjadi hampir setiap hari. Tahun ini paparannya bahkan berpotensi lebih panjang: BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian wilayah Indonesia dapat berlangsung hingga sekitar 7 bulan. Lantas, bagaimana cara memberikan perlindungan yang tepat untuk kulit anak?
Paparan Lingkungan terhadap Kulit Anak
Kulit anak lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa, sehingga lebih mudah mengalami kering, gatal, iritasi, atau ruam. Paparan lingkungan yang dihadapi sehari-hari dapat memperburuk kondisi kulit anak, sehingga diperlukan perlindungan yang lebih lengkap dan tepat. Namun, apa saja paparan yang mesti kita perhatikan?
UVA memiliki panjang gelombang lebih panjang sehingga dapat menembus lebih dalam ke kulit dan berperan dalam kerusakan kulit serta penuaan dini. UVA juga merupakan mayoritas radiasi UV yang mencapai permukaan bumi dan dapat menembus hingga lapisan dermis. Sementara itu, UVB lebih banyak memengaruhi lapisan luar kulit dan merupakan penyebab utama sunburn, serta berperan dalam kerusakan DNA kulit dan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit di kemudian hari.
Menariknya, UVA dapat menembus awan dan kaca sehingga paparan tetap dapat terjadi meski si Kecil berada di dalam rumah atau cuaca sedang mendung.
Karena itu, perlindungan kulit anak sebaiknya mencakup UVA dan UVB, bukan hanya salah satunya. Angka SPF hanya menggambarkan perlindungan terhadap UVB, sedangkan perlindungan terhadap UVA ditunjukkan oleh label broad-spectrum atau nilai PA (protection grade of UVA).
Polusi Juga Perlu Diperhatikan
Selain UV, kulit juga bersentuhan dengan berbagai polutan dari lingkungan. Salah satunya adalah PM2.5, yaitu partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Paparan polusi udara juga dikaitkan dengan berbagai dampak pada kulit, termasuk peningkatan oxidative stress, peradangan, serta gangguan pada skin barrier.
Artinya, perlindungan kulit anak sehari-hari dapat mempertimbangkan paparan UV sekaligus polusi, terutama ketika si Kecil banyak beraktivitas di lingkungan perkotaan.
Sunscreen Anak Boleh Dipakai Mulai Usia Berapa?
Ini yang perlu diperjelas sebelum memilih produk. Untuk bayi di bawah 6 bulan, FDA, AAP, NHS, dan AAD menganjurkan perlindungan utamanya adalah berteduh, serta memakai pakaian dan topi yang menutupi kulit. Jika pakaian pelindung benar-benar tidak tersedia, sunscreen hanya dioleskan pada area kecil, seperti wajah.
Untuk bayi di atas 6 bulan, IDAI merekomendasikan penggunaan physical sunscreen. AAP juga secara khusus menyebut zinc oxide dan titanium dioxide untuk area yang lebih sensitif, seperti hidung, pipi, bagian atas telinga, dan bahu.
Apakah Cukup dengan Penggunaan Sunscreen Anak Saja?
Untuk memberikan perlindungan terhadap kedua jenis UV, zinc oxide dan titanium dioxide merupakan dua filter UV mineral yang banyak digunakan dalam physical sunscreen anak.
Zinc oxide memberikan perlindungan spektrum luas, termasuk terhadap UVA, sedangkan titanium dioxide terutama membantu memberikan perlindungan terhadap UVB. Kombinasi keduanya menghasilkan perlindungan spektrum luas dan lebih mudah mencapai nilai SPF yang tinggi dibandingkan hanya salah satunya. Keduanya juga dikategorikan FDA sebagai GRASE (Generally Recognized as Safe and Effective) pada konsentrasi hingga 25%.
Karena itu, saat memilih sunscreen anak, kandungan zinc oxide dan titanium dioxide dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan, terutama untuk kulit yang sensitif.
Chemical vs Physical Sunscreen Anak
Secara umum, sunscreen dibedakan menjadi physical (mineral) dan chemical sunscreen. Untuk kulit anak yang cenderung lebih sensitif, physical sunscreen bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman karena zinc oxide dan titanium dioxide cenderung lebih kecil kemungkinannya menyebabkan iritasi.
Perbedaannya juga ada pada cara kerja di kulit: physical sunscreen tidak diserap secara sistemik ke dalam tubuh, sementara bahan pada chemical sunscreen lebih berpotensi menyebabkan dermatitis kontak alergi dan lebih mungkin terserap.
Selain lebih ramah untuk kulit sensitif, physical sunscreen anak juga dapat memberikan perlindungan broad-spectrum ketika diformulasikan dengan SPF yang sesuai. Karena itu, saat memilih physical sunscreen anak, pertimbangkan formula mineral dengan zinc oxide dan titanium dioxide, serta perlindungan SPF 30+, broad-spectrum, dan water-resistant.
Area Tubuh | Ukuran untuk Bayi & Balita | Ukuran untuk Anak di Atas 5 Tahun |
Wajah dan leher | 1 jari | 1,5 jari |
Masing-masing lengan dan tangan | 1-1,5 jari | 2 jari |
Masing-masing kaki dan telapak | 2 jari | 2-3 jari |
Dada dan perut | 2 jari | 2-3 jari |
Punggung | 2 jari | 2-3 jari |

- Oleskan sekitar 15–30 menit sebelum si Kecil beraktivitas di luar ruangan.
- Ulangi setiap 2 jam, atau lebih sering setelah berenang dan berkeringat banyak.
- Oleskan pada seluruh area kulit yang tidak tertutup pakaian.
Perlindungan kulit tidak berhenti pada filter UV dan tipe sunscreen. Pastikan sunscreen anak sudah memiliki formula untuk menangkal dampak buruk polusi terhadap kulit.
Untuk anak yang banyak beraktivitas di air, tipe sunscreen juga berpengaruh. Sebuah studi menemukan setelah 1,5 jam berenang, nilai SPF physical sunscreen turun sekitar 54% (dari 27 menjadi 12,3), sedangkan chemical sunscreen turun sekitar 67% (dari 30 menjadi 9,9). Meski begitu, keduanya tetap perlu diaplikasikan ulang setelah berenang.

Expert Care Light Physical Sunscreenyang dikembangkan oleh dokter anak dan dokter kulit hadir dengan SPF 50+ PA++++ untuk memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB sekaligus perlindungan ekstra dari polusi.
Dengan teknologi Nutrishield™ Protective Benefits, satu produk memberikan 10 perlindungan dalam 1, termasuk:
- Dual sun protection
- Pollution protection
- Skin barrier protection
- Moisture loss protection
- Soothing protection
- Microbiome protection
- pH-balanced protection
- Glowing protection
- Water-resistant
- Sweat-resistant
Mulai Lindungi Sebelum Kulit Terpapar
Ketika si Kecil beraktivitas di luar ruangan, perlindungan dari UV tetap penting, sementara lingkungan perkotaan juga menghadirkan paparan polusi.
Karena itu, biasakan menggunakan sunscreen anak sebagai bagian dari rutinitas sebelum beraktivitas di luar ruangan. Pilih perlindungan yang sesuai untuk kebutuhan kulit si Kecil, seperti SPF 50+ PA++++, water-resistant, serta memberikan perlindungan terhadap UVA, UVB, dan polusi. Pastikan juga takaran dan waktu pakainya tepat, karena di situlah perlindungan sebenarnya ditentukan.
Dengan Expert Care Light Physical Sunscreen yang dikembangkan oleh dokter anak dan dokter kulit, kulit si Kecil mendapatkan perlindungan lengkap untuk menghadapi paparan sinar UV maupun polusi setiap harinya dalam satu physical sunscreen anak yang praktis.
WHO (2021) — Global air quality guidelines: particulate matter. https:////www.who.int/publications/i/item/9789240034228
WHO — Ultraviolet radiation. https:////www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/radiation-ultraviolet-(uv)
BMKG — Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia. https:////www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-musim/prediksi-musim-kemarautahun-2026-di-indonesia
American Academy of Dermatology — Sunscreen FAQs. https:////www.aad.org/media/stats-sunscreen
FDA — Questions and answers: OTC sunscreen (GRASE ≤25% zinc oxide & titanium dioxide).https:////www.fda.gov/drugs/understanding-over-counter-medicines/questions-and-answers-fda-posts-deemed-final-order-andproposed-order-over-counter-sunscreen
Cosmetics (2025) 12(2):77 — perbandingan spektktrum ZnO vs TiO₂. https:////www.mdpi.com/2079-9284/12/2/77
Journal of the American Academy of Dermatology (2017) — kombinasi filter mineral untuk SPF lebih tinggi.https:////www.jaad.org/article/S0190-9622(17)31593-1/abstract
IDAI — Memilih produk kulit untuk si Kecil. https:////www.idai.or.id/artikel/klinik/k/pengasuhan-anak/k/memilih-produk-kulit-untuk-sikecil
AAP / HealthyChildren.org — Sun Safety. https:////www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/SunSafety.aspx
Petersen & Wulf, Photodermrmatol Photoimmunol Photomed — aplikasi sunscreen di dunia nyata hanya 20–50% dari jumlah yangdibutuhkan. https:////onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/phpp.12099
Indian Dermatology Online Journal (2020) — Sun exposure in children: balancing the benefits.https:////j/journals.lww.com/idoj/fulltext/2020/11010/sun_exposure_in_children__balancing_the_benefits.19.aspx
JMIR Dermatology (2023) — retensi SPF physical vs chemical sunscreen setelah berenang. https:////derma.jmir.org/2023/1/e41633
CMAJ AJ (2020) 192(50):E1802 — penyerapan sistemik filter kimia vs mineral. https:////www.cmaj.ca/content/192/50/E1802
