Tentang Anak LogoTentang Anak-Hamil dan ParentingCari info anak, lebih lengkap di aplikasi
vitamin-d-dampaknya-ke-tinggi-badan-anak-dan-sakit-yang-berulang

Vitamin D: Dampaknya ke Tinggi Badan Anak dan Sakit yang Berulang

  • Ditulis oleh Rizki Ayu W. P. & Shafira Syafwi
  • Ditinjau oleh Expert Tentang Anak

Berada di negara tropis tidak otomatis menjamin setiap anak mendapatkan vitamin D yang cukup. Penelitian pada anak dan remaja di Indonesia menemukan angka kekurangan vitamin D sekitar 33%, sementara systematic review di Asia Tenggara menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D pada anak cukup umum dan tinggal di wilayah urban merupakan salah satu faktor yang sering ditemukan. Padahal, kekurangan vitamin D dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak hingga 0,6 cm per tahun dan 2,3 kali lebih berisiko mengidap asma.

Apa Manfaat Vitamin D untuk Anak?

  • Mendukung kesehatan tulang dan pertumbuhan anak.

Vitamin D membantu menjaga kadar kalsium dalam tubuh sehingga berperan penting dalam proses mineralisasi tulang. Kekurangan vitamin D yang berat pada anak dapat mengganggu kesehatan tulang dan menyebabkan rickets. Pemenuhan vitamin D dapat memperkuat dan mengoptimalkan pertumbuhan tulang anak.

  • Mendukung fungsi sistem imun.

Vitamin D juga berperan dalam fungsi sistem imun. (NIH Office of Dietary Supplements)

Dengan memenuhi kebutuhan vitamin D, orang tua dapat membantu si Kecil lebih kuat dan dapat menjalani berbagai aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Apakah Sinar Matahari Saja Sudah Cukup?

Sinar matahari memang merupakan salah satu sumber vitamin D. Namun, produksi vitamin D dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk waktu paparan, lokasi, warna kulit, dan pakaian. Waktu berjemur yang optimal untuk membantu pembentukan vitamin D umumnya ketika bayangan tubuh lebih pendek daripada tinggi badan. Namun, paparan UV berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Jadi, cek indeks UV dan hindari paparan terlalu lama, terutama saat indeks UV tinggi.

Sebagai pelengkap, vitamin D juga dapat diperoleh dari jenis makanan tertentu, seperti ikan, telur, susu, dan suplementasi.

Berapa Kebutuhan Vitamin D Anak?

Menurut angka kecukupan yang digunakan secara luas, kebutuhan vitamin D untuk anak usia 1 tahun ke atas adalah 600 IU (15 mcg) per hari. American Academy of Pediatrics (AAP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga merekomendasikan 600 IU vitamin D per hari untuk anak di atas 1 tahun.

Pada praktiknya, secara umum, anak berusia 1 tahun ke atas dapat diberikan dosis suplementasi vitamin D 600 IU per hari tanpa perlu cek laboratorium. Namun, jika anak memiliki risiko defisiensi atau membutuhkan dosis khusus, konsultasikan dengan dokter anak.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D harian, orang tua dapat mempertimbangkan Expert Boost Gummy Vitamin D 600 IU anak, dikembangkan oleh dokter anak.

Setiap gummy mengandung 600 IU vitamin D, jumlah yang sesuai dengan kebutuhan harian vitamin D untuk anak usia 1 tahun ke atas menurut rekomendasi tersebut. Sebagai vitamin D anak, bentuk gummy juga membuat konsumsinya praktis untuk rutinitas sehari-hari.

Expert Boost Gummy Vitamin D 600 IU anak mengandung vitamin D3 (cholecalciferol) untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D anak, memiliki formulasi tanpa bahan susu, tanpa pewarna sintetis, dan tanpa pemanis buatan, sehingga aman untuk dikonsumsi 1 gummy setelah sarapan setiap hari.

Tetap ingat, suplemen vitamin D3 bukan pengganti makanan bergizi atau aktivitas di luar ruangan. Pastikan anak mendapatkan makanan beragam, sumber kalsium yang cukup, dan kesempatan beraktivitas di luar ruangan dengan perlindungan terhadap paparan UV.

Kesimpulan

Meski Indonesia kaya sinar matahari, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan atau ketidakcukupan vitamin D tetap dapat ditemukan pada 1 dari 3 anak di Indonesia. Karena itu, kita tidak bisamengasumsikan bahwa anak pasti mendapatkan cukup vitamin D karena sering terkena matahari.

Expert Boost Gummy Vitamin D 600 IU anak, dikembangkan oleh dokter anak hadir tanpa bahan susu, tanpa pewarna sintetis, dan tanpa pemanis buatan. Konsumsi 1 gummy setelah sarapan setiap hari untuk membantu melengkapi asupan vitamin D anak.

Sumber:

Gambar: Freepik

Ditinjau oleh:

Berada di negara tropis tidak otomatis menjamin setiap anak mendapatkan vitamin D yang cukup. Penelitian pada anak dan remaja di Indonesia menemukan angka kekurangan vitamin D sekitar 33%, sementara systematic review di Asia Tenggara menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D pada anak cukup umum dan tinggal di wilayah urban merupakan salah satu faktor yang sering ditemukan. Padahal, kekurangan vitamin D dapat menghambat pertumbuhan tinggi badan anak hingga 0,6 cm per tahun dan 2,3 kali lebih berisiko mengidap asma.

Tamily

Artikel Terkait

Lihat Semua