bayi-susah-tidur

Bayi Susah Tidur dan Sering Terbangun Sendiri, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • Ditulis oleh Tim Tentang Anak
  • Ditinjau oleh dr. Yuni Astria, Sp.A

Tidur nyenyak di malam hari sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Jika bayi sering terbangun di malam hari, hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tidur dengan waktu yang sedikit juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh bayi sehingga rentan sakit.

Bayi baru lahir biasanya akan terbangun di malam hari karena lapar. Setelah melewati usia empat bulan, bayi akan tidur lebih lama. Namun, jika sering terbangun sendiri dan susah tidur, Ayah dan Bunda perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Untuk kebutuhan tidur bayi yang berkualitas, simak penyebab bayi susah tidur dan cara mengatasinya berikut ini.

Pentingnya Tidur Cukup bagi Bayi

Bayi membutuhkan tidur yang nyenyak dan berkualitas. Tidur dapat memengaruhi perkembangan kognitif bayi dalam masa pertumbuhannya, seperti kemampuan berpikir, ingatan, dan pengolahan informasi.

Selain itu, ada beberapa alasan lainnya mengapa tidur penting bagi bayi, yakni sebagai berikut.

1. Dapat Membantu Pertumbuhan Sistem Saraf Pusat

Alasan pertama yang membuat tidur penting bagi bayi adalah dapat membantu pertumbuhan sistem saraf pusat. Bayi yang memiliki pola tidur berkualitas akan memiliki perkembangan otak yang baik.

Sistem saraf ini akan membantu bayi untuk memproses kesadarannya, mengendalikan tubuhnya, dan penyimpanan segala informasi.

2. Meningkatkan Imunitas Anak

Saat bayi memiliki waktu tidur yang cukup, sistem kekebalan bayi akan meningkat. Ibu dan Ayah wajib memastikan bayi untuk tidur secara berkualitas.

Bayi dengan usia 0-3 bulan disarankan tidur sebanyak 14-17 jam per hari, bayi usia 4-11 bulan tidur sebanyak 12-15 jam per hari, bayi usia 1-12 tahun disarankan tidur 11-14 jam per hari, dan balita hingga 5 tahun disarankan untuk tidur 10-13 jam per hari. Jika bayi sering terbangun saat tidur, sistem kekebalan tubuh bayi akan cukup terganggu.

3. Membantu Perkembangan Otak dan Pertumbuhan Bayi

Tidur dapat membantu pertumbuhan pada tubuh bayi agar sesuai dengan usianya. Selain itu, tidur yang cukup akan membantu perkembangan otak bayi untuk berkembang lebih cepat. 

Saat bayi tidur dua kali sehari, otak bayi akan berkembang lebih cepat dan membantu bayi agar bisa lebih cerdas.

Penyebab Bayi Susah Tidur dan Solusinya

Meski tak selalu menangis, Ayah dan Bunda perlu menemani bayi yang susah tidur. Ada beberapa penyebab dari bayi susah tidur yang perlu diketahui.

1. Bayi Usia 0-6 bulan 

Pada bayi usia 0-6 bulan bayi kesulitan tidur karena beberapa penyebab, mulai dari bayi belum mampu membedakan siang dan malam sehingga pola tidur belum teratur, ada refluks atau gumoh, atau sering lapar tiap 2-3 jam karena ukuran lambung masih kecil, 

Selain itu, bayi juga sangat memungkinan mengalami alergi dengan kemunculan kulit memerah disertai gatal, perut kembung terkait intoleransi laktosa atau alergi susu sapi, Kolik, hidung mampet, atau demam.

2. Bayi Usia 6 bulan-3 tahun

Berbeda dengan bayi usia 6 bulan-3 tahun, mereka sudah mampu membedakan siang dan malam. Namun, kesulitan tidur biasanya terjadi karena sedang tumbuh gigi, perut alergi makanan MPASI, atau bahkan sleep apnea yaitu saat napas berhenti dan berlanjut berulang kali dan sering dialami anak Overweight atau obesitas

Tak jarang, bayi juga sedang mengalami kelaparan, flu, terkena gigitan serangga, seperti tungau atau kutu, atau sedang mengalami demam.

3. Solusi Bayi Susah Tidur

Tak perlu panik saat bayi selalu aktif di malam hari atau kesulitan tidur, Ayah dan Bunda bisa melakukan beberapa solusi di bawah ini agar bayi dapat tidur secara berkualitas.

  • Menghindari banyaknya barang tambahan di ranjang bayi yang dapat mengganggu tidurnya.
  • Menciptakan suasana kamar tidur yang nyaman, tidak gaduh, tidak terlalu silau, atau terlalu banyak nyamuk.
  • Memberikan bayi asupan makanan atau ASI sebelum tidur.
  • Menyiapkan tempat tidur yang nyaman.

Penyebab Bayi Sering Terbangun saat Tidur

Selain susah tidur, bayi juga sering terbangun di malam hari. Karena bayi belum bisa berkomunikasi, bayi terkadang mengeluarkan tangisan yang membuat Ayah dan bunda bingung. 

Nah, berikut ini beberapa penyebab bayi sering terbangun di malam hari dan solusinya.

1. Popok Bayi Sudah Penuh

Bayi akan merasa tidak nyaman dan terbangun dari tidurnya jika keadaan popok bayi sudah penuh. Ayah dan Bunda cukup memeriksa keadaan popok bayi. Jika sudah penuh, Bunda bisa menggantinya agar bayi bisa tidur dengan nyaman.

Selain itu, Bunda perlu mengecek keadaan popok Bayi secara berkala untuk menghindari popok penuh yang dapat membuat kasur menjadi basah. 

2. Siklus Tidur Masih Belum Teratur

Bayi memiliki siklus tidur yang belum teratur karena belum mengenal siang dan malam. Hal ini mengakibatkan bayi sering terbangun di malam hari.

Solusi untuk memperbaiki siklus tidur Si Kecil adalah dengan memperkenalkan aktivitas sebelum tidur, seperti mematikan lampu, menyusui, atau tidur bersama bayi.

3. Bayi Lapar di Malam Hari

Menangis merupakan reaksi alamiah bayi ketika ia sudah lapar. Bayi yang masih mengonsumsi ASI akan mudah lapar karena ASI sangat mudah dicerna oleh bayi.

Sebagai solusinya, Bunda bisa memberikan ASI kepada bayi sebelum tidur agar tidak terbangun karena lapar di malam hari.

4. Bayi sedang Sakit

Selain lapar, bayi juga akan menangis jika tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya. Biasanya bayi akan menangis jika sedang demam, tumbuh gigi, atau flu. Hal ini sangat normal dialami oleh bayi.

Langkah pertama untuk mengetahui bayi sedang sakit adalah dengan mengecek suhu badan bayi. Saat sudah mengetahui alasan bayi menangis karena sakit, Bunda bisa memberikan penanganan yang tepat.

5. Solusi Bayi Sering Terbangun

Untuk mengurangi intensitas atau mencegah terbangunnya si Kecil di malam hari yuk, lakukan sleep hygiene yaitu langkah awal meningkatkan kualitas tidur dengan memastikan kamar tidur tidak bising, suhu sejuk, dan tidak menyalakan TV/gadget.

Usahakan jadwal beraktivitas dan tidur bayi konsisten. Misalnya, biasakan ia bangun jam 7 pagi, bangun tidur siang jam 4 sore, tidur kembali jam 8 malam. Selain itu, pastikan bayi tidak kelaparan dan tidak beraktivitas terlalu heboh.

____________________________________________________________________________

Itu dia beberapa penyebab dan solusi dari bayi sulit tidur dan terbangun di malam hari. Tidur merupakan momen penting yang dapat membantu perkembangan tumbuh kembang bayi dan meningkatkan imunitasnya.

Jadi, Ayah dan Bunda wajib memastikan bayi memiliki jadwal tidur yang berkualitas ya!

Sumber:

https://www.cdc.gov/sleep/about_sleep/sleep_hygiene.html

Sleep Advisor. Infant Sleep Regressions What’s Myth, What’s Fact, and How to Cope.
Foto: Paxels.com

Ditinjau oleh:

dr. Yuni Astria, Sp.A

Artikel Terkait

Lihat Semua