Tangan Kiri

Jangan Larang Anak Pakai Tangan Kiri, Perkembangan Otak Anak Terhambat

  • Ditulis oleh Tim Tentang Anak
  • Ditinjau oleh dr. Yuni Astria, Sp.A

Sejak zaman dahulu, masyarakat seringkali memiliki keyakinan yang kuat terkait dengan tangan yang dominan. Tangan kanan sering kali dipandang sebagai tangan yang paling baik dan diutamakan, sedangkan tangan kiri sering kali dianggap sebagai tangan yang 'kurang'.

Meskipun kita hidup di zaman yang semakin modern, pandangan ini masih bertahan. Bahkan, beberapa orang tua sering kali berusaha keras untuk melarang anak-anak mereka menggunakan tangan kiri. Namun, apakah benar-benar tepat untuk melarang anak-anak menggunakan tangan kiri?

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa melarang anak-anak menggunakan tangan kiri bukanlah pendekatan yang bijak. Sebaliknya, kita akan melihat mengapa penting untuk membiarkan anak-anak mengembangkan kedua tangan mereka dengan seimbang.

Pernahkah Ayah dan Bunda khawatir saat si Kecil tiba-tiba memegang sebuah benda dengan tangan kirinya? padahal biasanya ia sudah mampu menggunakan tangan kanan.

Sebelum usia 2 tahun pada umumnya anak belum memiliki dominasi tangan, sehingga si Kecil sering menggunakan kedua tangannya secara acak saat melakukan sesuatu, seperti:

  • Meraih mainan dengan tangan kanan
  • Bersalaman dengan tangan kiri
  • Menunjuk dengan tangan kiri

Jika terjadi hal-hal tersebut, sebaiknya AyBun tidak perlu melarang anak ketika ia menggunakan tangan kirinya. Kira-kira apa alasannya ya?

Ternyata penggunaan tangan kiri dan tangan kanan tidak luput dari peran salah satu organ tubuh kita, yaitu otak. Otak adalah pusat sistem saraf yang berperan penting dalam mengendalikan tubuh sehingga manusia dapat melakukan berbagai aktivitas di sepanjang hidup. 

Otak terbagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri yang bekerja berkebalikan dengan posisinya. 

Otak kanan mengendalikan sisi kiri tubuh manusia yang dianggap lebih baik untuk mengerjakan tugas-tugas yang berkaitan dengan kreativitas.

Sedangkan otak kiri mengendalikan sisi kanan tubuh, dan dianggap lebih baik untuk mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan logika, bahasa, dan pemikiran analitis.

Melarang si Kecil menggunakan tangan kiri dapat menghambat perkembangan otak, lho Bun.. karena kecerdasan anak agar berkembang secara optimal diperlukan adanya keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri. Melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri dapat dimulai dari stimulasi gerakan fungsional kedua tangan anak secara rutin.

Berikut 3 Ide Stimulasi Gerakan Fungsional Kedua Tangan Anak

1. Meraih Mainan

Posisikan anak tengkurap atau duduk menghadap AyBun

Minta anak meraih mainan yang dipegang AyBun mulai dari depan, samping kanan dan samping kiri.

Posisikan mainan di sebelah kanan dan kiri secara bergantian, agar ia mau meraihnya dengan tangan kanan lalu tangan kiri

2. Menggenggam 2 Bola

Sediakan beberapa bola dengan ukuran kecil agar mudah digenggam anak

Instruksikan anak untuk mengambil 1 bola dengan tangan kanan dan 1 bola dengan tangan kiri.

Jika kesulitan AyBun dapat mencontohkannya terlebih dahulu atau memandu anak

3. Bermain Tepuk Tangan

Nyalakan lagu favorit anak dan arahkan untuk bertepuk tangan sesuai irama

Ulangi sampai berhasil sesuai irama

Jika sudah bisa, tambahkan tantangan dengan mengajarkan ia tepuk tangan dengan cepat.

Agar perkembangan otak si Kecil tidak terhambat, jangan lupa coba lakukan ide stimulasi kedua tangannya ya Ayah Bunda! Untuk cari ide aktivitas yang lebih menarik dan beragam, mulai dari ide sensori, DIY, pra calistung, dan stimulasi dua bahasa.

Yuk, gunakan fitur Ide Permainan di aplikasi Tentang Anak.

Foto: Freepik

Sumber:

https://journals.plos.org/plosbiology/article?id=10.1371/journal.pbio.1001767

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32066321/

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23231501/

Artikel Terkait

Lihat Semua