Tentang Anak LogoTentang Anak-Hamil dan ParentingCari info anak, lebih lengkap di aplikasi
Odol Anak 1000 ppm: Panduan Memilih Pasta Gigi Anak Sesuai Usia

Odol Anak 1000 ppm: Panduan Memilih Pasta Gigi Anak Sesuai Usia

  • Ditulis oleh Rizki Ayu W. P.
  • Ditinjau oleh -
  • 93% anak usia dini di Indonesia mengalami karies, sehingga perawatan perlu dimulai sejak gigi pertama tumbuh.
  • Fluoride minimal 1000 ppm direkomendasikan WHO untuk membantu mencegah dan memperlambat perkembangan karies.

Pasta gigi anak sebaiknya mengandung fluoride minimal 1000 ppm dan mulai digunakan sejak gigi pertama tumbuh. WHO merekomendasikan pasta gigi anak berfluoride untuk mencegah karies, dengan takaran seukuran butir beras untuk usia di bawah 3 tahun dan seukuran kacang polong untuk usia 3 tahun ke atas.

Mengapa ini penting? Email gigi, jaringan paling keras di tubuh, tidak bisa beregenerasi. Sekali berlubang, kondisinya tidak bisa kembali seperti semula. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi pada anak Indonesia mencapai 93%, artinya hanya sekitar 7 dari 100 anak yang bebas karies.

Sebuah studi meta-analisis juga menemukan bahwa anak dengan early childhood caries (ECC) memiliki risiko sekitar 3 kali lebih tinggi mengalami karies pada gigi permanen di kemudian hari.

Karena itu, perawatan gigi perlu dimulai sejak dini. Berikut panduan memilih odol anak dan membangun rutinitas perawatan gigi sesuai usia.

Kapan Anak Mulai Pakai Pasta Gigi?

Anak dapat mulai menggunakan pasta gigi berfluoride sejak gigi pertama tumbuh, dengan takaran yang disesuaikan berdasarkan usia. WHO merekomendasikan menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari, dimulai sejak gigi pertama tumbuh atau sekitar usia 6 bulan.

Kebiasaan ini penting karena karies pada gigi susu bukan sekadar masalah sementara. Seperti disebutkan di atas, anak dengan ECC memiliki risiko sekitar 3 kali lebih tinggi mengalami karies pada gigi permanen. Artinya, merawat gigi susu sejak dini turut membantu mempersiapkan kesehatan gigi permanen si Kecil.

Orang tua juga sebaiknya membantu atau mengawasi proses menyikat gigi agar pasta gigi digunakan sesuai takaran dan si Kecil belajar meludahkannya dengan baik.

Kenapa Pasta Gigi Anak 1000 ppm Penting?

Fluoride merupakan salah satu kandungan utama yang perlu dicari dalam pasta gigi anak, terutama di negara-negara tanpa air minum terfluoridasi. WHO (2025) merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi dengan kandungan fluoride minimal 1000 ppm untuk membantu mencegah karies.

Bagaimana fluoride bekerja? Fluoride membantu proses remineralisasi, yaitu pengembalian mineral pada permukaan gigi yang mulai terkikis oleh asam dari bakteri. Dengan kata lain, fluoride memperkuat lapisan luar gigi (email) agar lebih tahan terhadap kerusakan.

Namun, fluoride punya keterbatasan: kerjanya menurun di lingkungan asam, membutuhkan kalsium dan fosfat dari air liur agar optimal, dan bekerja terutama di permukaan enamel. Di sinilah kandungan pendukung berperan.

Kalsium fosfat dan hydroxyapatite adalah multimineral agent penyusun barrier gigi, bantu memperkuat gigi. Sebuah studi klinis oleh Amaechi (2019) menunjukkan bahwa pasta gigi dengan kombinasi hydroxyapatite-fluoride menghasilkan inaktivasi lesi karies aktif yang lebih besar (74,3% vs 32,5%) dibandingkan pasta gigi yang hanya mengandung fluoride saja.

Selain itu, formula yang mengandung prebiotik dan aloe vera dapat membantu mendukung keseimbangan lingkungan mulut, termasuk membantu melawan bakteri penyebab masalah gigi dan menjaga kesehatan gusi.

Jadi, selain mencari pasta gigi anak 1000 ppm, bisa dilihat juga untuk kandungan pendukung seperti kalsium fosfat dan hydroxyapatite.

Bagaimana dengan Keamanan Fluoride?

Kekhawatiran tentang fluoride dan keracunan sering muncul di kalangan orang tua. Faktanya:
  • Fluorosis terjadi akibat asupan fluoride berlebihan dalam jangka waktu lama, bukan dari penggunaan pasta gigi sesuai takaran.
  • Jumlah fluoride yang biasanya tertelan dari pasta gigi anak (±0,1–0,25 mg per sikat) masih jauh di bawah batas atas asupan harian.
  • Indonesia tidak memiliki program fluoridasi air minum, dan kadar fluoride rata-rata pada air tanah di wilayah seperti Jakarta umumnya rendah (<0,8 mg/L), sehingga risiko paparan berlebih dari lingkungan minimal.
Selama dipakai sesuai aturan takaran usia, pasta gigi berfluoride aman untuk anak.

Pilih Formula yang Aman untuk Si Kecil

Selain efektivitas, keamanan juga menjadi pertimbangan penting saat memilih pasta gigi anak, terutama untuk anak yang masih belajar menyikat gigi.

Expert Care Nutrishine Toothpaste diformulasikan dengan fluoride 1000 ppm dan kalsium fosfat untuk membantu melindungi sekaligus memperkuat gigi. Dikembangkan oleh dokter anak dan dokter gigi, formulanya juga dilengkapi hydroxyapatite, prebiotik, dan aloe vera untuk mendukung kesehatan gigi dan mulut.

Dengan formula food grade, Expert Care Nutrishine Toothpaste 1000 ppm Fluoride dan Kalsium Fosfat dapat digunakan mulai usia 6 bulan ke atas, sesuai dengan kebutuhan dan tahap tumbuh gigi si Kecil.

Untuk membantu mengontrol dosis, Expert Care Nutrishine Toothpaste dilengkapi nozzle tip, sehingga pasta gigi dapat dikeluarkan dengan lebih terkontrol. Hal ini penting, terutama untuk anak berusia di bawah 3 tahun yang hanya membutuhkan takaran seukuran butir beras.

Expert Care Nutrishine Toothpaste 1000 ppm Fluoride dan Kalsium Fosfat: Perlindungan Sejak Gigi Pertama

FAQ

  1. Apakah odol anak 1000 ppm aman untuk bayi?

Ya. WHO merekomendasikan penggunaan pasta gigi berfluoride 1000 ppm sejak gigi pertama tumbuh (~6 bulan). Gunakan selapis tipis seukuran butir beras untuk anak di bawah 3 tahun. Jumlah fluoride yang mungkin tertelan dari takaran ini masih jauh di bawah batas aman harian.
  1. Bagaimana jika anak menelan pasta gigi?

Pada takaran yang direkomendasikan (seukuran butir beras atau kacang polong), jumlah fluoride yang tertelan sangat kecil dan tidak berbahaya. Pilih pasta gigi dengan formula food grade untuk keamanan tambahan, dan dampingi anak saat menyikat gigi agar terbiasa meludah.
  1. Apa bedanya pasta gigi anak dengan fluoride saja vs fluoride + kalsium fosfat?

Fluoride bekerja memperkuat lapisan luar gigi (email). Kalsium fosfat sebagai salah satu mineral penyusun utama gigi membantu mengisi celah pada email dan mendukung proses remineralisasi. Studi menunjukkan bahwa kombinasi keduanya menghasilkan remineralisasi yang lebih baik dibandingkan fluoride saja (Amaechi et al., 2019).
  1. Kapan anak bisa mulai menyikat gigi sendiri?

Anak biasanya mulai bisa menyikat gigi sendiri sekitar usia 6–7 tahun, ketika koordinasi motorik halusnya sudah cukup baik. Sebelum itu, orang tua sebaiknya mendampingi dan membantu menyikat gigi anak.
  1. Seberapa sering anak perlu ke dokter gigi?

IDAI dan AAPD merekomendasikan kunjungan pertama ke dokter gigi saat gigi pertama tumbuh atau paling lambat usia 1 tahun, dan selanjutnya setiap 6 bulan untuk pemeriksaan rutin.

Sumber:

  1. Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

  2. Li, Y., & Wang, W. (2002). Predicting caries in permanent teeth from caries in primary teeth: An eight-year cohort study. Journal of Dental Research, 81(8), 561–566. https://doi.org/10.1177/154405910208100812

  3. Walsh, T., Worthington, H. V., Glenny, A. M., Marinho, V. C., & Jeroncic, A. (2019). Fluoride toothpastes of different concentrations for preventing dental caries. Cochrane Database of Systematic Reviews, 3(3), CD007868. https://doi.org/10.1002/14651858.CD007868.pub3

  4. Amaechi, B. T., AbdulAzees, P. A., Alber-Moreno, D. O., et al. (2019). Efficacy of hydroxyapatite-containing toothpaste in reducing dental caries. BDJ Open, 5, 18. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6901576/

  5. WHO. (2024). Oral health — Key facts. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/oral-health

  6. NIH Office of Dietary Supplements. (2025). Fluoride — Health Professional Fact Sheet.https://ods.od.nih.gov/factsheets/Fluoride-HealthProfessional/

  7. Yeh, T. Y., et al. (2025). Fluoride exposure and dental health outcomes in children. Healthcare, 13(17), 2246. https://www.mdpi.com/2227-9032/13/17/2246

  8. Cocco, F., et al. (2025). Hydroxyapatite-fluoride toothpaste: A systematic review. International Dental Journal.https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0020653924016058

Tamily

Artikel Terkait

Lihat Semua