Tentang Anak LogoTentang Anak-Hamil dan ParentingCari info anak, lebih lengkap di aplikasi
Anak Kurang Tidur Sebabkan Pertumbuhan Terganggu, Ini Cara Mengatasinya!

Anak Kurang Tidur Sebabkan Pertumbuhan Terganggu, Ini Cara Mengatasinya!

  • Ditulis oleh Tim Tentang Anak
  • Ditinjau oleh Tim Tentang Anak

Banyak orang tua menganggap anak yang susah tidur nyenyak atau sering terbangun di tengah malam sebagai hal yang wajar. Padahal, jika terjadi terus-menerus, kurang tidur tidak hanya membuat anak rewel dan orang tua kelelahan, tetapi juga dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, mulai dari perkembangan otak, kesehatan fisik, hingga kestabilan emosinya. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami dampak kurang tidur dan mencari cara untuk membantu anak mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.

Gangguan Tumbuh Kembang Jika Anak Kurang Tidur
Kurang tidur bukan sekadar membuat anak terlihat mengantuk. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak.


Perkembangan Kognitif
Tidur memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan otak anak. Kurang tidur dapat memengaruhi volume dan fungsi beberapa bagian otak, termasuk area yang berperan dalam fokus, daya sosioemosional, serta kemampuan mengingat. Akibatnya, anak berpotensi mengalami penurunan kecerdasan.


Kondisi Fisik
Anak yang kurang tidur cenderung lebih mudah lelah dan kurang aktif saat beraktivitas. Tubuh yang tidak mendapatkan istirahat cukup dapat memengaruhi stamina serta daya tahan tubuh anak, sehingga anak kurang optimal dalam menjalani aktivitas sehari-hari.


Kondisi Emosional
Tidur yang tidak cukup juga dapat memengaruhi kondisi emosional anak. Anak berpotensi menjadi lebih mudah stres, rewel, atau mengalami perubahan suasana hati. Hal ini terjadi karena otak tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk mengatur emosi dengan baik.

Tenang, Coba Cara Ini untuk Membantu Anak Tidur Lebih Nyenyak!

Jika anak sering mengalami kesulitan tidur, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu meningkatkan kualitas tidurnya.

  1. Pijat Anak dengan Calming Rub Sebelum Tidur
    Memberikan pijatan lembut sebelum tidur dapat membantu anak merasa lebih rileks. Menggunakan calming rub cream dengan kandungan colloidal oatmeal, multiple ceramides, eucalyptus oil, dan mentol, seperti ⁠Expert Care Calming Rub Cream Telon. Calming rub ini dapat membantu menghangatkan tubuh serta memberikan aroma yang menenangkan, sehingga anak lebih mudah tertidur.
    Kandungan dalam ⁠Expert Care Calming Rub Cream juga dapat membantu melegakan pernapasan serta meredakan perut kembung, yang sering menjadi penyebab anak sulit tidur nyenyak. Selain memberikan rasa nyaman, pijatan sebelum tidur juga menjadi momen berharga yang dapat memperkuat bonding antara orang tua dan anak.
  2. Hindari Screen Time Sebelum Tidur
    Paparan layar dari gadget, televisi, atau tablet sebelum tidur dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit tertidur. Sebaiknya batasi penggunaan gadget setidaknya 1 jam sebelum waktu tidur.
  3. Ciptakan Lingkungan Tidur yang Nyaman
    Lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu anak lebih mudah tertidur. Orang tua bisa mencoba meredupkan lampu, menjaga suhu kamar tetap sejuk, dan menciptakan suasana yang tenang. Lingkungan yang nyaman membuat tubuh anak lebih siap untuk beristirahat.
  4. Buat Rutinitas dan Waktu Tidur yang Konsisten
    Anak akan lebih mudah tidur jika memiliki rutinitas sebelum tidur yang konsisten. Misalnya dengan membaca buku, mandi air hangat, atau melakukan pijatan ringan. Menjaga waktu tidur yang sama setiap hari juga membantu tubuh anak mengenali kapan waktunya untuk beristirahat.
  5. Hindari Makanan atau Minuman Tinggi Gula Sebelum Tidur
    Makanan atau minuman tinggi gula dapat membuat anak menjadi lebih aktif dan sulit merasa mengantuk. Hal ini dapat mengganggu proses tidur alami anak. Karena itu, sebaiknya hindari camilan manis menjelang waktu tidur.
  6. Ajak Anak Aktif Bergerak di Siang Hari
    Aktivitas fisik di siang hari dapat membantu anak merasa lebih lelah secara alami pada malam hari. Anak yang aktif bermain, berlari, atau berolahraga ringan biasanya akan lebih mudah tidur dan memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Namun, pastikan aktivitas fisik tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.

Tetap Tenang dan Konsisten

Membantu anak mendapatkan tidur yang berkualitas memang membutuhkan proses. Yang terpenting, orang tua tetap tenang, sabar, dan konsisten dalam membangun kebiasaan tidur yang baik bagi anak.

Jika gangguan tidur pada anak tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan dukungan kebiasaan yang sehat dan perhatian dari orang tua, anak dapat memperoleh tidur yang cukup untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

Tamily

Artikel Terkait

Lihat Semua