bayi-menangis-terus

Bayi Menangis Terus? Ini 5 Arti Tangisan Bayi yang Harus Bunda Ketahui

  • Ditulis oleh Tim Tentang Anak
  • Ditinjau oleh dr. Reza Fahlevi Sp.A

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Lewat tangisan lah, bayi dapat menyampaikan kebutuhan-kebutuhannya kepada AyBun dan orang-orang di sekitarnya.

Entah itu rasa lapar, rasa takut, rasa capek, rasa ngantuk, rasa sakit, rasa ingin diperhatikan, rasa kesal, rasa bosan, maupun rasa keadaan tubuh yang tidak menyenangkan.

Namun, sering kali orang tua maupun orang dewasa lainnya mengartikan tangis bayi sebagai bentuk pemberitahuan rasa lapar. Sering terjadi, bayi masih saja menangis kendati sudah diberikan air susu ibu (ASI) yang cukup. 

Nah, di sini lah Aybun perlu memahami bahwa menangis adalah cara awal anak berkomunikasi dengan AyBun. Sebab, tidak semua tangisan berarti lapar.

Seringkali muncul pertanyaan, “Tetapi kan, semua tangisan bayi terdengar sama. Bagaimana membedakannya?”

Tenang AyBun. Lewat artikel ini, kita sama-sama simak yuk macam-macam bentuk tangisan bayi dan cara mengartikan tangisannya. Tidak lupa pula tips untuk meredakan tangisan si Kecil kesayangan.

Arti Tangisan Bayi

1. Tangisan Lapar

Nah, AyBun, tangisan lapar bayi dapat dikenali dari bentuk mulut bayi saat menangis. Bayi yang lapar akan menjulurkan lindah atau membentuk bibir yang mencucup saat menangis. 

Dia juga akan menghisap benda di sekeliling yang dapat dijangkaunya, serta mengepalkan tangan ke mulut. Tangisan si Kecil yang sedang lapar ini, akan semakin nyaring jika tidak disusui.

Tanda lainnya dari bayi yang sedang lapar, bisa juga ia menghisap jari-jarinya atau mengarahkan kepala dan wajahnya ke payudara Bunda. 

TIPS: Segera susui si Kecil ya. Bayi yang sudah merasa tidak lapar lagi umumnya akan langsung menghentikan tangisannya. Namun, jika ia masih menangis juga setelah cukup diberi ASI, AyBun dapat memberikan mainan bertangkai untuk ia pegang sambil menyusu sebagai distraksi.

2. Tangisan Lelah atau Mengantuk

Nah, untuk bayi yang merasa lelah atau mengantuk, suara tangisan yang terdengar cenderung lemah. AyBun bahkan bisa saja mendengar isakan bernada rendah disertai menguap.

Tanda lainnya bahwa bayi sedang merasakan lelah atau mengantuk, AyBun dapat melihat tangannya sesekali mengusap ke mata atau menarik telinga. 

TIPS: Untuk meredakan tangisan bayi yang sedang lelah atau mengantuk, buat suasana yang mendukung bayi untuk tertidur dengan pulas. Bedong dan ayunkan bayi dengan lembut sehingga ia merasa aman dan nyaman. Tidak lupa, redupkan cahaya di ruangan tempat menidurkan bayi, dan pastikan ruangan tersebut tenang serta tidak bising.

3. Tangisan Marah atau Bosan

Salah satu jenis emosi yang bisa saja muncul pada bayi adalah marah. Bukan tidak mungkin loh, AyBun, makhluk kecil yang tampak tak berdaya tersebut dapat merasakan bosan, kesal, bahkan marah.

Nah, jika AyBun menemukan bayi menangis dengan gaya yang berkembang dari mulai desahan, rengekan, hingga menjadi lengkingan, bisa jadi itu cara si Kecil mengkomunikasikan rasa bosan atau bahkan rasa kesalnya.

TIPS: Jika menemukan kondisi bayi dengan jenis tangisan tersebut, AyBun dapat mengangkat dan mengayunkan si Kecil secara perlahan. Tepuk-tepuk lembut dirinya sambil bersenandung kecil. Kondisi pencahayaan ruangan juga dapat berpengaruh terhadap suasana hati si Kecil. Pastikan cahaya ruangan redup untuk menumbuhkan suasana nyaman di hati bayi AyBun.

4. Tangisan Tidak Nyaman

Bayi yang merasa tidak nyaman cenderung mengeluarkan tangisan yang terdengar sengau, repetitif, dan berpola.

Untuk memastikan kondisinya, AyBun dapat meraba tangan dan kaki si Kecil. Jika tangan dan kaki bayi terasa dingin saat diraba dan terasa pula keringat yang menyertainya, kemungkinan besar bayi AyBun sedang merasa tidak nyaman.

TIPS: Untuk menenangkan bayi yang merasa tidak nyaman, AyBun dapat mengendong bayi dengan posisi tegak dan tepuk punggungnya dengan lembut sambil mencari tahu penyebabnya.

5. Tangisan karena Sakit

Sementara itu, jika si Kecil menangis dalam waktu yang lama dan terdengar lemas, AyBun boleh waspada bahwa ia sedang merasakan sakit.

TIPS: Menghadapi bayi yang menunjukkan gejala menangis seperti itu, sebaiknya berikan ia ASI sambal terus memantau keadaan si Kecil. Raba keningnya, apakah ia menunjukkan suhu tubuh yang naik. Jika demam tidak turun, dan bayi mengalami kejang, muntah, atau tidak mau menyusu, segera periksakan ke dokter.

Nah AyBun, bagaimana, sudah tidak pusing lag ikan mengartikan tangisan si Kecil?

Foto:www.pexels.com

Sumber:

https://raisingchildren.net.au/babies/behaviour/common-concerns/can-you-spoil-a-baby

https://raisingchildren.net.au/babies/behaviour/crying/soothing-a-crying-baby

https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Calming-A-Fussy-Baby.aspx

Ditinjau oleh:

dr. Reza Fahlevi Sp.A

Artikel Terkait

Lihat Semua