Mimisan Pada Anak

Penyebab Mimisan pada Anak dan Cara Mengatasinya

  • Ditulis oleh Tim Tentang Anak
  • Ditinjau oleh dr. Ayudya Soemawinata, BMedSc (Hons)

Mimisan atau epistaksis adalah kondisi ketika seseorang mengalami perdarahan dari hidungnya. Mimisan biasanya terjadi ketika pembuluh darah di dalam hidung pecah atau robek. Meski terlihat mengkhawatirkan, pada umumnya mimisan bukanlah suatu kondisi medis yang serius. Jika dibandingkan dengan orang dewasa atau anak yang lebih tua, anak usia 3 tahun hingga 10 tahun lebih rentan mengalami mimisan. Alasannya karena mereka memiliki pembuluh darah yang lebih rapuh dan rentan pecah dibandingkan dengan remaja atau orang dewasa.

Ingin tahu lebih banyak mengenai penyebab mimisan, cara mencegah dan mengatasinya agar mimisan cepat berhenti? Yuk, baca artikel ini hingga tuntas.

Penyebab Mimisan pada Anak

Mimisan pada anak bisa disebabkan oleh banyak hal. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Udara Kering

Rendahnya kelembaban atau temperatur yang terlalu panas dapat mengakibatkan udara menjadi kering. Biasanya, dalam kondisi seperti itu membran hidung anak bisa menjadi sangat kering rentan pecah pecah sehingga mengeluarkan darah.

2. Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan seperti flu, pilek, atau sinusitis dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan dan hidung, sehingga memicu mimisan.

3. Alergi

Pada anak-anak yang alergi, alergen (zat yang memicu alergi) dapat menyebabkan peradangan pada selaput lendir hidung dan melemahkan pembuluh darah di dalamnya. Hal ini membuat pembuluh darah lebih mudah pecah dan memicu mimisan. Selain itu, saat terkena alergen, hidung anak menghasilkan lebih banyak lendir, sehingga dapat memperparah perdarahan pada pembuluh darah yang robek.

4. Sering Mencolok Hidung

Mimisan pada anak juga sering diakibatkan oleh robeknya pembuluh darah di dalam hidung karena terkena jari si kecil.

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat

Untuk mengatasi anak yang mimisan, ada beberapa langkah yang bisa ayah-bunda lakukan. Pertama, cobalah untuk membuat anak tenang dan nyaman. Setelah dirasa cukup tenang, buatlah si kecil duduk dengan posisi tegak dan sedikit menundukkan kepala. Jangan biarkan dia berbaring karena dapat membuatnya menelan darah. Selain itu, jangan biarkan anak menundukkan kepalanya ke arah lutut karena bisa membuat pendarahan semakin parah.

Selanjutnya, minta anak untuk bernapas melalui mulut. Saat sudah dapat bernapas melalui mulut, pencet perlahan hidung anak dengan jari selama 5 hingga 10 menit. Kemudian, kompres hidung anak dengan lap dingin. Jangan memasukkan tisu atau kapas ke dalam hidung anak karena dapat memicu perdarahan.

Jika perdarahan belum berhenti, ulangi langkah-langkah di atas. Setelah perdarahan berhenti, beritahu anak untuk tidak menggosok, menggaruk, atau mengeluarkan ingus selama 2 hingga 3 hari ke depan. Hal ini akan membantu pembuluh darah yang pecah untuk sembuh.

Cara Efektif Mencegah Mimisan

Jika si kecil memang sering mengalami mimisan, ayah-bunda dapat melakukan pencegahan dengan sejumlah cara berikut:

  1. Gunakan pelembab udara di kamar anak pada malam hari. Bersihkan pelembap secara teratur agar tidak tumbuh kuman dan jamur di dalamnya.

  1. Ajari anak untuk tidak mengorek hidung atau mengeluarkan ingus terlalu keras.

  1. Oleskan petroleum jelly di dalam lubang hidung anak beberapa kali sehari. Hal ini untuk membantu melindungi selaput lendir.

  1. Gunakan obat tetes hidung atau semprotan air garam (saline). Pastikan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter anak.

  1. Pastikan rumah bebas asap rokok.


Foto: Designed by freepik

Sumber:

https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/nosebleeds#:~:text=What%20is%20a%20nosebleed%20in,nose%20close%20to%20the%20nostrils.

Artikel Terkait

Lihat Semua